Kuucapkan selamat datang pada Anda-Anda yang main ke blog ini ^^

Sebelum kalian menjelajah lebih jauh,  ada baiknya aku kasih tahu dulu beberapa hal penting.

  • Pertama, blog ini aku ciptakan khusus untuk menampung ide-ide ceritaku.
  • Apa yang aku ceritakan di sini kebanyakan FanFiction.
  • Tapi tidak menutup kemungkinan akan ada cerita-cerita lain selain FF.
  • Karena ini sebuah cerita fiksi yang sudah dikarang dengan susah payah, aku mohon sekali jangan copy-paste seenak dengkul ya? Tolong cantumkan kredit atau sumber yang jelas dan benar, yaitu blog ini.
  • Kerja keras seorang author akan terasa sangat berarti bila readersnya memberi apresiasi. Cukup dengan sebuah komentar. Terserah itu mau panjang atau pendek, author pasti akan sangat bahagia. Segala jenis kritik dan saran akan sangat diterima di sini. Don’t be a silent reader, OK? ^_^v
  • Yang terakhir, selamat membaca!

Salam damai, dari Upik

Assalamu’alaikum.wr.wb
Agunging pakurmatan konjuk dhumateng para rawuh, kakung sumawana putri, mirungganipun dhumateng bapak/ibu Pembina kaliyan para siswa SMP se-Kedu peserta Lombas Debat Bahasa Inggris  ingkang tansah manggih karaharjan. Pasegahan panakrami mligi katur dhumateng Bapak Kepala Sekolah SMA Negeri 1, Bapak Sucahyo  ingkang minulya.

Langkung rumiyin, sumangga tansah kula sedaya kraos lan rumaos kanthi ngunjukkaken puji syukur wonten ngarsanipun Gusti Allah SWT ingkang sampun kepareng ngrentahaken pinten-pinten kabagyan, kanikmatan, mliginipun nikmat iman ingkang jejeg sarta kalodhangan, satemah kula sedaya saged makempal – manunggal ing aula SMA Negeri 1 kanthi kabagaswarasan lan kawilujengan ingkang tansah tumanduk dhateng angga kita sedaya.

– Disini saya selaku ketua panitia, mohon ijin untuk menyampaikan sepatah dua patah kata sebagai tanda ucapan terimakasih atas antusias dan dukungan dari Anda sekalian sehingga lomba ini dapat terlaksana.
– Salajengipun, kula ingkang minangka sesulihipun panitya ngaturaken sugeng rawuh mugi-mugi rawuh panjenengan saged adamel regenging swasana. Awit saking punika kula ngaturaken gunging panuwun.

Pada tahun ini OSIS SMA Negeri 1 Kota Magelang bekerja sama dengan ESC berkesempatan menyelenggarakan acara Lomba Debat Bahasa Inggris untuk yang ketiga kalinya dalam rangka memperingati HUT SMANSA ke ….

Selain mengasah kemampuan daya pikir serta menambah pengetahuan dalam bidang ilmu pengetahuan maupun bahasa, lomba ini juga bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan antar pelajar, menumbuhkan sportivitas melalui kompetisi, menumbuhkan semangat dan rasa percaya diri, serta membantu meningkatkan SDM yang mampu berpikir secara kritis, fokus dan sistematis dalam menghadapi perkembangan zaman.

Dengan tema Increasing Nationalism by Loving Our Original Culture kami berharap lomba ini dapat meningkatan kemampuan komunikasi internasional pelajar SMP se-Kedu dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa. Dan dengan menggunakan sistem yang sama dengan yang digunakan di tingkat dunia, pelajar SMP se-Kedu diharapkan mampu bersaing pada tingkat internasional.

Sebelum menutup pidato ini, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang telah ikut andil dalam penyelenggaraan acara ini, terutama teman-teman panitia Lomba Debat Bahasa Inggris yang senantiasa mencurahkan dedikasi dan kerja kerasnya untuk menyelenggarakan kompetisi ini sebaik mungkin.

Akhirnya, dengan ini kami selaku panitia Lomba Debat Bahasa Inggris mengucapkan selamat datang kepada semua hadirin beserta pemirsa sekalian. Mari kita jaga ketertiban dan kenyamanan acara ini sehingga akan dapat menciptakan suasana aman serta rasa sportifitas yang tinggi dari masing masing peserta lomba.

Bapak, Ibu, dan kawan – kawan yang dirahmati Allah
Cukup sekian yang dapat saya sampaikan. Untuk segala kekurangan dan kesalahan yang tidak berkenan di hati Bapak, Ibu, dan kawan – kawan semua, saya mohon maaf yang sebesar – besarnya.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Siska and I have been close friends since we studied at senior high school. I was driving her car and we were on our way to the mall. She looked very happy after spending her holiday in Bandung. I could see it from her big smile.

She told me that she met her fiance, Tom. They spent their time together with go to amusement park and having dinner together. She also told me about their wedding preparation. I was a bit surprised when she handed me over the invitation that morning.

Oh my God, my little Siska is gonna get married.

I was so happy to heard that news. It was the first time she is being so happy since her ex-boyfriend betrayed her 2 years ago.

“What’s the concept of your wedding?” I asked.

“Tom and I decided to use the garden wedding party concept. And I want all the things are white. The wedding dress, the bouquet, the table cloth, everything. Well, except the groom’s tuxedo. Ah~ I can’t wait anymore! Two weeks is just too long!” I smiles brightly hearing her grumbling.

Suddenly a car passed us carelessly. It was a black BMW with the newest model. It looked so luxurious yet mysterious. About two people were sitting there. I cursed and had to stabilize my steering. Siska was upset too. I chased the car and it took more 10 minutes for me to finally manage to force the driver to stop. Siska got out and walked quickly to the car. She knocked on the door.

“What the **** are you doing?” Siska yelled. “Is it your mom’s road? Can’t you see another car is passing? You should watch your way! Please apologize!”

I could see that Siska was really mad. But the driver in that car didn’t seem to think so. He just stared at us with no expression.

Once again Siska yelled, “Hey, are you deaf? I said―”

I could not see anyone because the window was slightly open. In the next second I heard a gunshot from the car. Siska fell down with blood on her left chest. Then the car left us.

For I while I didn’t realize what was just happened. But then I screamed loudly searching for help, but unfortunately no one was coming. So I tried to carry her to the car then went to the hospital.

***

I was sitting next to Siska’s bed. Siska was still in critical condition. Her eyes were closed. Her parents were sitting outside and Tom was taking a nap―tired because he stayed up at night to accompany Siska. That morning the police said that the people who shot Siska were hit men. They were paid by the rival of her Dad’s company. Siska’s Dad was really down at that time.

On the next morning doctor came to us. “There’s something wrong with Siska’s heart. She need a heart transplantation.”

“I’m her mother, I’m willing to give my heart if it’s match. I rather die than seeing her like this,” she cried.

“No! Don’t my wife. Me!” Siska’s Dad said loudly.

“Okay. Mr. and Mrs. Haryono, both of you have to do a test,” said the doctor. Then, Siska’s parent did the test but the result said that none of their heart were match for Siska. And then Tom, but it was the same with Siska’s parents. And then me. I was so surprised that result said 100% match.

At first, I was in a dilemma about giving my heart for her or not. But seeing my best friend bedridden, my best friend who always smile, who always made me happy, made me forget the fact that I’m orphaned. Siska is everything for me. I couldn’t watch her die. So I decided to give my heart.

After 2 days, the operation was held. Siska’s parents and Tom really really thanked me. The doctor injected the anesthetic and then everything was dark. I couldn’t remember anything except one thing.
Siska and me, Rini. We are best friends and will always be best friends.

 

_the_end_

 

 

My English teacher asked us to complete a story and I did it with my classmate, Nely. Btw, I’m the one who made the ending. I’m sorry if my grammar is bad and if the story is absurd :p But, Mumu, my bestie, sadid that it’s good, so i post it. Need your comment! ^^

#ya allah, sok inggris banget aku

Pagi tadi wali kelasku meminta kami membawa pas foto untuk pendataan siswa. Ternyata stok foto di rumahku habis. Dan di sinilah aku, duduk manis di atas sofa empuk di sebuah percetakan foto dekat pasar sambil menunggu fotoku jadi. Di sampingku ada oppa yang sedari tadi hanya diam.

Niatnya aku ingin bermain dengan handphoneku, tapi ternyata benda itu tertinggal di rumah. Aku langsung menggerutu mengutuki kebosanan ini.

Tanpa sadar mataku memperhatikan jalan raya yang terlihat dari dinding kaca. Banyak kendaraan berlalu lalang. Dan kelihatannya sinar matahari sedang terik-teriknya. Tukang parkir saja sampai mampir masuk ke dalam percertakan untuk merasakan angin AC yang memang sejuk.

Tiba-tiba pandanganku menangkap sesosok haraboji yang terlihat amat malang. Badannya kurus dibalut pakaian lusuh yang kebesaran. Kulitnya gelap sedangkan rambutnya sudah beruban. Wajahnya memelas. Kedua tangannya masing-masing membawa setundun pisang dan ia berjalan sambil tertatih menuju percetakan ini.

Sekilas orang pasti tahu kalau kakek ini berniat menjual pisang-pisang tersebut. Maka ketika ia mendorong pintu masuk, aku cepat-cepat bersumbunyi di balik lengan oppa. Karena aku tahu, tidak seorang pun di sini akan membeli pisang-pisangnya. Dan aku tidak tega kalau harus melihat itu.

Rasanya miris ketika akhirnya kakek itu keluar setelah mendapat penolakan mentah-mentah dari pemilik percetakan. Aku memandangnya dengan tatapan penuh iba. Ya, siapa yang tidak iba melihat keadaan seseorang yang seperti itu? Di usianya yang tua ini ia harus mencari uang untuk menghidupi dirinya dan keluarganya. Dengan cara seperti itu pula. Aku jadi malu pada diriku sendiri yang kalau butuh uang tinggal minta eomma dan appa.

Kenapa juga di luar cuacanya harus panas? Apa belum cukup penderitaan kakek itu? Aku menjadi semakin tidak tega.

Kenapa harus seperti ini? Aku harus menyalahkan siapa? Orang yang menolaknya pasti punya alasan untuk menolaknya. Mungkin mereka tidak punya uang. Mungkin mereka memang tidak butuh pisang.

Kenapa aku hanya bisa diam?!

Tanpa memandangku, tiba-tiba oppa berkata, “Kau, jangan pernah jadi orang seperti kakek itu… Kau harus jadi orang kaya,”

Mendengar perkataannya, aku memberinya tatapan penuh arti. Setelah semua yang kupikirkan, kalimatnya terdengar seperti olok-olok.

Tapi ternyata, namja yang 4 tahun lebih tua dariku ini belum menyelesaikan kalimatnya. Kali ini sambil memandang mataku dalam, ia melanjutkan, “Nah, kalau kau sudah kaya, tugasmu adalah membantu orang-orang seperti mereka.” Sambil tersenyum ia mengacak rambutku. “Arasseo dongsaengie?”

Tak kuasa aku membalas senyumannya. “Arasseo oppa,”

Kutatap lagi sosok kakek yang kini hanya tinggal sebuah garis di jalan raya. Semoga ia mendapat kehidupan yang jauh lebih baik setelah ini. Amin.

 

_The End_

 

 

Halo halo, author balik lagi. Hehehe 😀

Ceritanya aku bikin sesi baru di blog ini, judulnya “Story of the Day”
Nah, isinya berupa kisah-kisah pendek tentang realita kehidupan di masyarakat. Beserta pesan moralnya! ^^
Kayak cerita di atas. Ada pesan moralnya kan? *reader: mana thor? #PLAKK!!

Yah, author pasrah deh bikin cerita ini. Meskipun nanti pada gak nyantol maksudnya, tapi aku berharap ada yang mengerti dan termotivasi. ^^

Eh, tapi kayaknya yang di atas itu cerita gatot deh… T^T

Seperti biasa, komen amat sangat diharapkan
Kritik pun amat diperbolehkan, #tenang der, aku gak mbrakot xp

Title: When Super Junior Come to Indonesia…

Author: Oepieck a.k.a Hanifah Sausan N

Length: Ficlet

Genre: bingung… >_<

Rated: G

Cast: Super Junior, Elf Indonesia, dan figuran lainnya

Disclaimer: Semua yang ada di sini, kecuali Super Junior, hanyalah sebuah karangan fiksi, dan itu asli muncul dari otak saya, jadi mohon jangan diplagiat ya 😀

Ini adalah FF hasil khayalan gaje author yang dahulu kala stress pingin banget Suju ke Indonesia. Mungkin udah telat untuk nge-post ini, tapi entah kenapa aku pingin nge-post. Tolong dibaca ya. Dan juga komennya ^^ Don’t be a silent reader please.

Untuk Elf Indonesia ❤

 

deret teret tetteeeet~

Selamat sore pemirsa. Kembali bersama kami di Headline News.

Berita kali ini datang dari pusat kota Jakarta. Ribuan orang yang didominasi oleh remaja putri pagi ini beramai-ramai membersihkan Kota Jakarta. Mereka yang menamai diri dengan Ever Lasting Friends atau lebih dikenal dengan ELF ini merupakan penggemar dari boyband terkenal asal Korea, Super Junior.

Mereka melakukan aksi pembersihan kota mulai dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bundaran HI, jalan-jalan utama kota, dan di sekitar Tennis Indoor Senayan. Hal ini mereka lakukan dalam rangka kedatangan Super Junior ke Indonesia untuk menyelenggarakan konser tour Asia mereka yang ketiga. Read More

Kupersembahkan, FF pertamaku! Maaf kalau jelek *bow

Title : Present For You

Author : Hanifah Sausan a.k.a Oepieck

Main Cast : Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk, Kim Minra, Hyo Jieun, Super Junior member

Rating : PG-15

Length : Oneshot

Genre : Romance

Disclaimer : Semua yang ada di sini, kecuali Super Junior, hanyalah sebuah karangan fiksi, dan itu asli muncul dari otak saya, jadi mohon jangan diplagiat ya 😀

So, here is the story:

Minra Pov

Uriga mannage doen narul chugboghanun I bamun

Hanuren dari pyoigo byoldurun misojijyo

Nada pesan handphoneku berbunyi, “Hyukjae <3” tertera di layar.

To: Minra
Chagiya, pulang sekolah nanti kau perlu diantar?

Aku tersenyum lalu membalas:

To: Hyukjae ❤
Ne, oppa. Kutunggu di taman jam 3.  Gomawo ^^

­

Masih satu jam sebelum aku bertemu dia. Sebenarnya aku sudah tidak punya jam kuliah, aku hanya menunggu dia yang memang belum jamnya pulang. Aku pacar yang baik bukan?  ^^

Aku berjalan ke taman kampus dan duduk di bawah pohon.

Ah… sudah sebulan kami menjalin hubungan ini. Dan aku senang aku bisa bersamanya. Aku mulai memikirkan kenangan kami berdua dan mulai tertawa. Kenapa? Karena ini lucu. Cara kami bertemu sungguh aneh dan bisa dibilang tidak romantis.

Aku masih ingat… Read More

Saya ucapkan selamat datang pada siapa saja yang mampir ke blog ini! 😀

Aku udah punya blog di blogger.com, cuma aku bikin lagi. Khusus untuk FF atau cerita-cerita yang aku bikin.

Aku sadari aku kalo bikin cerita itu mood-mood-an. Kalo lagi gak pingin ya udah gak bikin. Tapi kalo lagi mood, gak ada inspirasi pun pasti kukerjain. Sayangnya aku lebih sering gak mood dari pada mood. =______=”

Tapi aku tahu udah banyak banget ide-ide cerita yang ngantri di otakku minta ditulis. Jadi aku bakal berusaha buat bikin cerita-cerita itu sebaik mungkin. Meskipun nanti jadinya gaje,  lebai, atau “sinetron” banget, hehehe 😀

Oh iya, buat siapa aja kalian yang baca cerita-ceritaku dari awal sampai akhir, harus komen ya? Tapi jangan cuma komen “bagus!”, “jelek -___-“, ato “lumayan…”. Tapi kalo bisa yang panjang kayak kereta. Mau kritik juga boleh, biar aku tahu mana aja yang salah dan harus diperbaiki, biar ke depannya aku bisa lebih baik lagi. OK?

Well, sekian dariku. And Happy Reading!!! ^^